Senin, 25 November 2013

Sampah yang Harus Ditanggung Oleh Bumi (by Bambang)


Sampah menjadi salah satu masalah besar perkotaan; volume sampah yang besar akibat populasi penghuni daerah perkotaan yang besar serta minim-nya sarana pengelolaan sampah mulai dari lokasi pembuangan sampah, armada pengangkut sampah serta keberadaan tempat pembuangan akhir yang memadai membuat kualitas lingkungan menurun dengan cepat.
Salah satu jenis sampah yang paling lazim dan memberikan pengaruh buruk terhadap kualitas lingkungan adalah sampah plastik. Sampah plastik merupakan salah satu jenis sampah non organik yang banyak dibuang. Ada beberapa hal yang mendasari banyaknya penggunaan plastik yang pada akhirnya menimbulkan peningkatan jumlah sampah plastik yang dibuang.
Penggunaan Plastik dalam Kehidupan Sehari – hari;
Plastik merupakan bahan sintetik yang memiliki fleksibilitas tinggi dalam pengolahan dan pembentukan. Ini merupakan salah satu hal yang mendasari banyaknya penggunaan plastik dalam kehidupan sehari – hari untuk menggantikan berbagai bahan organik yang memiliki fungsi yang sama.
Plastik memiliki sifat yang dapat dibilang unggul untuk digunakan sebagai bahan membuat berbagai peralatan untuk mendukung kegiatan manusia. Plastik memiliki sifat ringan tetapi cukup kuat, tahan air dan korosi, mudah dibentuk serta mudah diwarnai. Hal tersebut membuat plastik menjadi solusi paling mudah untuk menggantikan peralatan rumah tangga yang terbuat dari kayu, kaca hingga tembikar. Hampir tidak ada satu rumahpun yang tidak memiliki perabotan yang terbuat dari plastik. Plastik telah menginvasi rumah – rumah karena nilai fungsionalitas yang tinggi serta memiliki harga yang murah.
Plastik menjadi solusi kemasan yang murah dan mudah; meskipun memiliki konsekuensi tinggi terhadap lingkungan. Ada begitu banyak produk makanan yang menggunakan plastik sebagai solusi kemasan; ringan, kuat, anti air dan mudah diwarna atau diberi gambar. Hal tersebut membuat plastik menjadi solusi kemasan makanan yang paling rasional.
Selain itu; industri elektronik, otomotif serta mainan juga memberi kontribusi cukup besar terhadap jumlah sampah plastik yang dibuang. Sulitnya plastik terurai dalam tanah jelas merupakan masalah tersendiri mengingat jumlah pemakaian plastik yang sedemikian besar.
Alternatif Pengelolaan Sampah Plastik;
Jumlah sampah plastik yang harus ditanggung oleh bumi sangatlah besar; oleh karena itu diperlukan langkah – langkah guna mengelola penggunaan plastik serta pengelolaan sampah dari plastik yang telah digunakan. Kampanye reduce, reuse dan recycle sepertinya memang dibuat atas dasar keprihatinan terhadap banyaknya sampah plastik yang harus ditanggung oleh bumi. Mengurangi penggunaan plastik dan kembali menggunakan bahan organik merupakan langkah yang sangat bijak yang dapat dilakukan oleh banyak orang.
Menggunakan ulang sampah plastik juga menjadi peluang memperpanjang daur penggunaan plastik. Sampah plastik dapat digunakan kembali untuk melakukan fungsi lain; penggunaan ulang sampah plastik dapat mengurangi volume jumlah sampah yang harus ditanggung oleh bumi. Mendaur ulang sampah plastik juga menjadi solusi untuk memperpanjang daur guna dari plastik.
Sebuah penelitian juga memberikan sinyal positif dengan ditemukannya metode mengolah sampah plastik menjadi sumber energi alternatif. Proses menggunakan plastik sebagai bahan pembuatan sumber energi alternatif dimulai dengan membuat briket plastik yang akan dibakar sebagai sumber bahan bakar di sektor industri.
Sebuah teknologi tepat guna dikembangkan oleh siswa SMK Negeri 3 Madiun yang mengolah sampah plastik menjadi alternatif bahan bakar minyak yang dapat digunakan untuk kendaraan bermotor. Sampah plastik diproses dengan dipanaskan dengan suhu tinggi serta menjalani penyulingan untuk menghasilkan minyak dengan nilai oktan sekitar 84 hingga 85 persen. Masih di bawah nilai oktan premium namun cukup tinggi untuk digunakan sebagai alternatif BBM di masa mendatang.
Nantikan postingan pengelolaan limbah selanjutnya.  Sekian dahulu postingan kali ini dan semoga bermanfaat.

Mengolah Kotoran Ayam Menjadi Pupuk Super (by Bambang)




Sering peternak menghadapi masalah dengan bau kotoran ayam yang mengganggu lingkungan sekitar. Padahal ini bisa diminimalkan dengan mengolahnya menjadi kompos, meskipun ini perlu sedikit usaha yang juga bisa menghasilkan uang nantinya. Mengolah kotoran ayam menjadi kompos adalah langkah yang tepat dalam menghadapi efek buruk dari peternakaan ayam.

Kotoran ayam akan berlimpah terutama bila peternakan ini model ayam petelur maupun ayam potong. Peternak akan memacu perkembangan ayamnya, sehingga memberi makan yang banyak dan sudah tentu kotoran ayam juga akan semakin banyak. Dilema inilah yang harus dicari jalan keluarnya dengan mengolahnya menjadi kompos.

Kebanyakan banyak yang antipati saat peternakan ayam berada dekat pemukiman. Padahal bila mengolah kotoran ayam secara tepat, polusi bau dari kotoran ayam bisa diminimalkan. Telek atau kotoran ayam ini bisa segera diolah melalui proses pengomposan, sehingga baunya bisa hilang dengan cepat.

Kendala lain yang menghambat proses pengomposan pada kotoran ayam ini juga seputar penggunaan kompos dari kotoran ayam. Rendahnya daya serap kompos ini juga memicu kurang diminatinya pengomposan dari kotoran ayam. Namun situasi akan beda bila penggunaan kompos semakin dibutuhkan, dan harga pupuk kimia semakin mahal.

Pengomposan dari kotoran ayam bisa dilakukan dengan campuran limbah peternakan atau pertanian yang ada di sekitar tempat tersebut. Bisa dari jerami, batang jagung, rumput kering, daun kering, sampah, daun tebu, hampir semua limbah pertanian bisa digunakan sebagai campuran untuk kompos dari kotoran ayam. Hanya perlu sedikit penyesuaian prosentasi antara kotoran ayam dan limbah pertanian ini.

Menyiapkan kotoran ayam sebagai bahan kompos



Biasanya kadar air kotoran ayam terlalu tinggi bila langsung digunakan untuk pengomposan, maka sedikit dibiarkan akan mengurangi kadar airnya. Namun bila campuran bahan kompos lainnya dalam keadaan kering, maka kotoran ayam bisa langsung digunakan. Cara mengukur kadar air dari kotoran ayam sudah memenuhi untuk pengomposan adalah dengan mencampur dua timba kotoran ayam dan satu timba limbah pertanian, bila diperas tidak keluar air atau hanya setetes air yang keluar, maka kotoran ayam ini sudah bisa digunakan untuk pengomposan.

Intinya dilihat hasil percampuran dari prosentase kotoran ayam dan limbah pertanian, bila kadar airnya cukup, maka sudah bisa digunakan untuk pengomposan. Memang bahan dari limbah pertanian bisa dalam keadaan basah atau kering, namun melihatnya dengan melihat percampuran dari bahan tersebut. Pengetesan bisa dilakukan dengan cara sederhana, tanpa harus menggunakan peralatan yang modern.

Menyiapkan campuran limbah pertanian



Apapun jenis limbah pertanian yang akan digunakan untuk pengomposan, harus dalam keadaan terpotong kecil. Ini untuk mempercepat proses pengomposan, namun bila komponen waktu bukan menjadi halangan, maka limbah pertanian apa adanya bisa langsung digunakan. Biasanya proses pengomposan akan menjadi lebih lama bila limbah untuk campuran pengomposan tidak diolah dulu.

Bila kompos ini nantinya untuk dipakai sendiri, pengolahan campuran limbah pertanian hanya memposisikan tidak terlalu basah. Ini bisa disesuaikan dengan kadar air dari kotoran ayam, jangan sampai campuran ini nantinya terlalu basah atau terlalu kering.

Mencampur kotoran ayam dengan limbah pertanian



Untuk menemukan percampuran yang tepat antara kotoran ayam dan limbah pertanian, maka dua timba kotoran ayam dan satu timba limbah pertanian bisa dicampur dan dicek kadar airnya. Bila diperas hanya mengeluarkan air sedikit, ini adalah takaran kadar air yang tepat. Namun bila kondisi limbah pertanian cukup kering, prosentasenya bisa dinaikan sebagai faktor penyeimbang kadar air yang tepat tadi.

Campuran ini harus diaduk sampai rata, sehingga konturnya akan berbeda dari bentuk asalnya. Campuran antara kotoran ayam dan limbah pertanian ini sudah siap untuk dikomposting, dan harus ditutup dengan plastik atau terpal. Ini untuk proses composting dan menghindari percampuran dengan air hujan atu sinar matahari.

Mengaduk campuran kompos dari kotoran ayam



Campuran tadi diaduk selang tiga sampai 7 hari untuk oksigenasi dan meratakan proses pengomposan. Lalu tutup lagi dengan terpal atau plastik untuk melanjutkan proses pengomposan. Biasanya bau kotoran ayam akan perlahan menghilang seiring berjalannya proses pengomposan.


Setelah tiga sampai empat minggu proses pengomposan sudah mulai terlihat. Ada perubahan kontur dan warna pada campuran kotoran ayam tadi. Baunya akan menghilang, biasanya penyaringan sudah bisa dilakukan, bila kompos tersebut dikemas dalam plastik atau karung. Namun bisa juga langsung digunakan untuk menyuburkan tanah pertanian.

Nantikan postingan pengelolaan limbah selanjutny "sampah yang harus ditanggung oleh bumi" Sekian dahulu postingan kali ini dan semoga bermanfaat.



 

Blogger news

Blogroll

About